Sinergi Lintas Sektor di PETRA FOODLABS-X 2026: Menjawab Tantangan Industri Pangan Indonesia

Serpongupdate.com – Universitas Kristen (UK) Petra kembali mempertegas perannya dalam kemajuan industri pangan melalui gelaran Food Expert Talk dalam rangkaian PETRA FOODLABS-X 2026. Dengan tema “From Science to Market: Innovation, Safety, and Impact in the Food Industry”, acara ini digelar di Petra Performance Hall, Kampus Pusat UK Petra.

Menghadirkan lima narasumber lintas sektor, yakni Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc. (IPB University, Vice Chair of Codex Alimentarius Commission 2017-2021), Cipto Suwarno Kurniawan (Owner PT Parimas Boga Raya – Brand Ayumie), Bagus Budi Haryanto (Owner PT Sari Melati Sejahtera – Brand Teh Jawa), Claudius Teddy Gunawan (Executive Vice President, PT BCA Tbk.) dan Kusnadi (Kepala Pengembangan Bisnis Wilayah III, PT BCA Tbk.).

Saat ini, masyarakat semakin peduli pada keamanan dan inovasi pangan. Sayangnya, dunia riset, industri, dan pendanaan sering kali berjalan sendiri-sendiri tanpa titik temu. Food Expert Talk hadir untuk meruntuhkan sekat tersebut dengan menjadi jembatan yang menyatukan para ahli, pelaku usaha, dan penyedia modal dalam satu forum kolaborasi yang nyata.

Prof. Purwiyatno dengan tegas menyatakan bahwa prioritas utama yang tidak boleh ditawar dalam bidang pangan adalah aspek keamanan. “Prinsipnya sederhana, jika tidak aman, maka itu bukan makanan,” tegasnya.

Menurut dosen dan profesor yang menekuni bidang rekayasa dan regulasi pangan itu, keamanan harus menjadi pondasi utama sebelum kita bicara soal kandungan gizi atau tampilan produk yang menarik.

Selaras dengan itu, Cipto Suwarno Kurniawan juga mengungkapkan bahwa menciptakan makanan yang sekadar enak atau sekadar sehat itu mudah, namun menyatukan keduanya adalah sebuah seni tersendiri yang cukup sulit dilakukan. “Bahkan kami butuh waktu hingga empat tahun untuk riset dan mengembangkan mie instan yang sehat. Tantangan terbesarnya terletak pada keseimbangan antara rasa dan kesehatan,” imbuhnya.

Di luar aspek kesehatan, Claudius Teddy Gunawan menambahkan bahwa potensi ekonomi industri makanan di Indonesia tetap menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha. Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebijakan baru seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), peluang keuntungan di sektor ini masih terbuka lebar.

Dr. Renny Indrawati, S.TP., M.Si., M.Nat.Sc., Ketua Program Studi Teknologi Pangan UK Petra sekaligus moderator Food Expert Talk menekankan pentingnya membangun ekosistem belajar kolaboratif yang melibatkan lima pemangku kepentingan, yakni akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat, serta media sebagai sarana edukasi publik.

Dalam rangkaian kegiatan ini, dilakukan juga Soft Launching Laboratorium Teknologi Pangan. Lab ini diposisikan bukan hanya sebagai fasilitas akademik, tetapi sebagai ruang kolaborasi kampus–industri–UMKM untuk mendukung riset terapan, pengujian awal produk, dan percepatan inovasi pangan yang aman dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, Food Expert Talk – PETRA FOODLABS-X 2026 menjadi sarana dalam memberikan perspektif baru bahwa keberhasilan industri pangan Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi erat untuk menghubungkan riset akademis, kebutuhan industri, akses terhadap sumber daya, dukungan kebijakan pemerintah, serta edukasi publik. Dengan komitmen UK Petra melalui fasilitas laboratorium Teknologi Pangan terbarunya, diharapkan kesenjangan antara inovasi sains dan realitas industri dapat dijembatani dengan lebih baik. (Rls)